Tuesday, 20 October 2015

rangkuman hasil jurnal

BIOFIKASI CO2 OLEH MIKROALGA spirulina sp DALAM UPAYA PEMURNIAN BIOGAS


Latar belakang

Biogas merupakan salah satu produk dari teknologi hijau yang sekarang sedang di kembangkan. Hal ini di karenakan gas yang di hasilkan dari proses biologis mampu menghasilkan gas gas seperti CH4, CO2, H2S, H2O dan gas gas lain. Biogas yang mempunyai komponen utama CH4, karena CH4 memiliki nilai kalor/panas yang dapat di gunakan sebagai bahan bakar. biogas merupakan energi terbukaan yang nantinya di harapkan bisa jadi fuel gas. Namun keberadaan CO2 dalam biogas dapat menurunkan nilai kalornya. Salah satu cara ramah lingkungan untuk memurnikan biogas adalah dengan menggunakan mikroalga spirulina sp yang mempunyai kemampuan biofikasi CO2. Jika di bandingkan dengan teknologi pemurnian biogas yang sudah di lakukan maka teknologi pemurnia biogas dengan pemanfaatan mikroalga memberi biaya yang paling murah.

 Hasil dan pembahasan

Mikroalga yang di gunakan adalah spirulina sp, penelitian dilakukan menerapkan dua variable. Variable yang di gunakan antara lain variable laju alir dan variable konsentrasi CO2. Penelitian dilakukan dengan alat fotobioreaktor jenis tubular.

Pengaruh laju alir terhadap banyaknya biomasa spirulina
CO2 yang berlebih yang terdifusi menjadi HCO3 tidak bisa terserap seluruhnya oleh spirulina menyebabkan pH system menjadi asam, pH asam ini akan menurunkan kemampuan pertumbuhan spirulina, pH efektif untuk pertumbuhan spirulina adalah 8-9. Dari percobaan ini laju alir yang memberikan hasil pertumbuhan biomassa paling efektif adalah pada laju alir 1 L/  menit

Pengaruh laju alir terhadap penyerapan CO2
Pada laju alir 1L / menit hingga 1.5L/ menit memiliki kemampuan penyerapan CO2 yang tidak bagus di karenakan pada saat peningkatan CO2, maka CO2 masuk yang lolos dalam fotobioreactor juga mengalami peningkatan, , namun kemampuan penyerapan mempuyai kecenderungannya yang konstan walaupun umpan CO2 dinaikkan menyebabkan efisiensi penyerapan dari system ini mempunyai kecenderungan menurun seiring dengan naiknya CO2 yang di masukan. Pada lajur alir 1L/ menit – 1.5L/ menit di hasilkan trend pertumbuhan mikroalga yang tidak bagus, sehingga jumlah mikroalga yang berlaku sebagai agen penyerap CO2 tidak besar, sehingga penyerapan pun akan tidak optimum.

Pengaruh konsentrasi CO2 terhadap banyaknya biomassa spirulina
Meningkatnya konsentrasi CO2 umpan dari 25% menjadi 30% menyebabkan terjadi biomassa yang dihasilkan. Semakin banyaknya CO2  yang di umpamakan ke dalam kultur maka akan semakin banyak CO2 yang di serap oleh spirulina berfotosintesis. Hasil fotosintesis tersebut adalah karbohidrat yang merupakan sumber utama dari mikroalga.
Namun apabila konsentrasi CO2 di tambah menjadi 35% dan 40% hal yang terjadi adalah penurunan biomassa yang di hasilkan. Pada percobaan ini menggunakan OD awal untuk kultur spirulina yaitu sebesar 0.2 (n=680), dengan jumlah biomassa awal yang relatif sedikit. Karena sedikitnya jumlah biomassa spirulina maka kemampuan dalam menyerap CO2 juga kecil sehingga di berikan beban konsentrasi CO2 yang terlalu besar akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan spirulina

Pengaruh konsentrasi CO2 terhadap penyerapan CO2
Tren menurunnya penyerapan CO2 pada pemberian konsentrasi umpan 35%-40% di sebabkan karna CO2 dalam sistem yang terkonversi di kultur menjadi ion karbonat tidak bisa di serap sepenuhnya oleh spirulina untuk proses fotosintesa, sehingga larutan karbonat yang tidak terserap ini akan menrunkan pH sistem menjadi asam dan mempengaruhi pertumbuhan spirulina yang berdampak langsung terhadap jumlah terserapnya CO2.
Aplikasi spirulina sebagai agen pemurnia biogas
Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, kandungan CO2 dalam biogas adalah sekitar 27% - 40%. Dalam penelitian di harapkan spirulina mampu menyerap CO2 dalam semua range konsentrasi tersebut. Penelitian di lakukan menggunakan variable berubah konsentrasi CO2 dan laju alir, pada penelitian didapatkan bahwa variable paling optimum adalah pada konsentrasi 30% CO2, dan pada lajur alir 0.5L/ menit. Pada variable optimum, CO2 yang dapat di serap oleh spirulina adalah 0.47%

Peluang penelitian selanjutnya

Pada penelitian yang telah dilakukan belum bisa mencapai target pemurnia biogas. Sehingga hasil penelitian ini belum bisa diaplikasikan untuk pemurnian biogas yang sebenarnya. Namun penelitian ini sudah membuktikan bahwa spirulina mampu menyerap CO2 dalam upaya pemurnian biogas dan penelitian ini perlu di modifikasi lebih lanjut. Untuk dapat menyerap CO2 dalam konsentrasi yang tinggi diperlukan modifikasi ireaktor meliputi memperpanjang tube pada photobioreactor jenis tublar, sehingga waktu tinggi gas lebih lama. OD awal spirulina harus di perbesar, pada penelitian ini hanya menggunakan OD awal 0.2 yang relatif sedikit biomassanya. Waktu paparan CO2 yang di buat berkala, pada penelitian ini digunakan papran kontinu 24/hari, jadi perlu modifikasi waktu paparan menjadi 9 jam/hari karena waktu paparan efektif untuk spirulina menyerap CO2 adalah 9 jam/hari.

No comments:

Post a Comment