rangkuman hasil jurnal
BIOFIKASI CO2 OLEH MIKROALGA spirulina sp DALAM UPAYA PEMURNIAN BIOGAS
Latar belakang
Biogas merupakan
salah satu produk dari teknologi hijau yang sekarang sedang di kembangkan. Hal ini
di karenakan gas yang di hasilkan dari proses biologis mampu menghasilkan gas
gas seperti CH4, CO2, H2S, H2O dan gas gas lain. Biogas yang mempunyai
komponen utama CH4, karena CH4 memiliki nilai
kalor/panas yang dapat di gunakan sebagai bahan bakar. biogas merupakan energi
terbukaan yang nantinya di harapkan bisa jadi fuel gas. Namun keberadaan CO2 dalam biogas dapat
menurunkan nilai kalornya. Salah satu cara ramah lingkungan untuk memurnikan
biogas adalah dengan menggunakan mikroalga spirulina sp yang mempunyai
kemampuan biofikasi CO2. Jika di bandingkan dengan teknologi pemurnian biogas yang
sudah di lakukan maka teknologi pemurnia biogas dengan pemanfaatan mikroalga
memberi biaya yang paling murah.
Hasil dan pembahasan
Mikroalga
yang di gunakan adalah spirulina sp, penelitian dilakukan menerapkan dua variable.
Variable yang di gunakan antara lain variable laju alir dan variable
konsentrasi CO2. Penelitian dilakukan dengan alat fotobioreaktor jenis tubular.
Pengaruh laju alir terhadap banyaknya
biomasa spirulina
CO2 yang berlebih yang
terdifusi menjadi HCO3 tidak bisa terserap
seluruhnya oleh spirulina menyebabkan pH system menjadi asam, pH asam ini akan
menurunkan kemampuan pertumbuhan spirulina, pH efektif untuk pertumbuhan
spirulina adalah 8-9. Dari percobaan ini laju alir yang memberikan hasil
pertumbuhan biomassa paling efektif adalah pada laju alir 1 L/ menit
Pengaruh laju alir terhadap penyerapan
CO2
Pada laju alir 1L /
menit hingga 1.5L/ menit memiliki kemampuan penyerapan CO2 yang tidak bagus di
karenakan pada saat peningkatan CO2, maka CO2 masuk yang lolos dalam
fotobioreactor juga mengalami peningkatan, , namun kemampuan penyerapan
mempuyai kecenderungannya yang konstan walaupun umpan CO2 dinaikkan menyebabkan efisiensi
penyerapan dari system ini mempunyai kecenderungan menurun seiring dengan
naiknya CO2 yang di masukan. Pada lajur
alir 1L/ menit – 1.5L/ menit di hasilkan trend pertumbuhan mikroalga yang tidak
bagus, sehingga jumlah mikroalga yang berlaku sebagai agen penyerap CO2 tidak besar, sehingga penyerapan
pun akan tidak optimum.
Pengaruh konsentrasi CO2 terhadap
banyaknya biomassa spirulina
Meningkatnya konsentrasi
CO2 umpan dari 25% menjadi 30% menyebabkan terjadi biomassa yang dihasilkan. Semakin
banyaknya CO2 yang di umpamakan ke dalam
kultur maka akan semakin banyak CO2 yang di serap oleh spirulina
berfotosintesis. Hasil fotosintesis tersebut adalah karbohidrat yang merupakan
sumber utama dari mikroalga.
Namun apabila konsentrasi
CO2 di tambah menjadi 35% dan 40% hal yang terjadi adalah penurunan biomassa
yang di hasilkan. Pada percobaan ini menggunakan OD awal untuk kultur spirulina
yaitu sebesar 0.2 (n=680), dengan jumlah biomassa awal yang relatif sedikit. Karena
sedikitnya jumlah biomassa spirulina maka kemampuan dalam menyerap CO2 juga
kecil sehingga di berikan beban konsentrasi CO2 yang terlalu besar akan
menyebabkan terganggunya pertumbuhan spirulina
Pengaruh konsentrasi CO2 terhadap
penyerapan CO2
Tren menurunnya penyerapan
CO2 pada pemberian konsentrasi umpan 35%-40% di sebabkan karna CO2 dalam sistem
yang terkonversi di kultur menjadi ion karbonat tidak bisa di serap sepenuhnya
oleh spirulina untuk proses fotosintesa, sehingga larutan karbonat yang tidak
terserap ini akan menrunkan pH sistem menjadi asam dan mempengaruhi pertumbuhan
spirulina yang berdampak langsung terhadap jumlah terserapnya CO2.
Aplikasi spirulina
sebagai agen pemurnia biogas
Berdasarkan penelitian
yang telah di lakukan, kandungan CO2 dalam biogas adalah sekitar 27% - 40%. Dalam
penelitian di harapkan spirulina mampu menyerap CO2 dalam semua range
konsentrasi tersebut. Penelitian di lakukan menggunakan variable berubah
konsentrasi CO2 dan laju alir, pada penelitian didapatkan bahwa variable paling
optimum adalah pada konsentrasi 30% CO2, dan pada lajur alir 0.5L/ menit. Pada variable
optimum, CO2 yang dapat di serap oleh spirulina adalah 0.47%
Peluang penelitian selanjutnya
Pada penelitian yang
telah dilakukan belum bisa mencapai target pemurnia biogas. Sehingga hasil
penelitian ini belum bisa diaplikasikan untuk pemurnian biogas yang sebenarnya.
Namun penelitian ini sudah membuktikan bahwa spirulina mampu menyerap CO2 dalam
upaya pemurnian biogas dan penelitian ini perlu di modifikasi lebih lanjut. Untuk
dapat menyerap CO2 dalam konsentrasi yang tinggi diperlukan modifikasi ireaktor
meliputi memperpanjang tube pada photobioreactor jenis tublar, sehingga waktu
tinggi gas lebih lama. OD awal spirulina harus di perbesar, pada penelitian ini
hanya menggunakan OD awal 0.2 yang relatif sedikit biomassanya. Waktu paparan
CO2 yang di buat berkala, pada penelitian ini digunakan papran kontinu 24/hari,
jadi perlu modifikasi waktu paparan menjadi 9 jam/hari karena waktu paparan
efektif untuk spirulina menyerap CO2 adalah 9 jam/hari.
No comments:
Post a Comment