Pemecahan masalah kesetimbangan
Reaksi-reaksi kimia yang membentuk kesetimbangan dapat
dipelajari berdasarkan hukum aksi massa yang menghasilkan tetapan
kesetimbangan.
Nilai
tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk :
Menafsirkan
komposisi molar zat secara kualitatif
Meramalkan
arah reaksi
Menghitung
konsentrasi kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan dan komposisi molar Zat
Jika nilai
tetapan kesetimbangan (K) besar maka dapat ditafsirkan bahwa komposisi zat-zat
dalam kesetimbangan lebih di dominasi oleh produk reaksi.
konsentrasi
molar amonia (NH3) jauh lebih banyak dibanding unsur pembentuknya, sehingga
dapat dinyatakan bahwa posisi kesetimbangan berada jauh di sebelah kanan.
Jika nilai
ketetapan kesetimbangan kecil (K) posisi kesetimbangan di sebelah kiri
persamaan, dan konsentrasi (M) pereaksi lebih banyak dari produk reaksi
Prediksi arah reaksi kesetimbangan
Reaksi harus
berlangsung ke kanan atau ke kiri sampai mencapai kesetimbangan. Dalam hal
seperti ini, arah reaksi dapat ditentukan dengan memeriksa nilai koefisien
reaksi (Qc).
Koefisien reaksi adalah nisbah konsentrasi
yang bentuknya sama dengan persamaan Kc.
Jika
Qc < Kc, berarti reaksi bergeser ke kanan sampai diperoleh Qc = Kc
Jika
Qc > Kc, berarti reaksi bergeser ke kiri sampai diperoleh Qc = Kc
Jika
Qc = Kc, berarti system sudah dalam keadaan setimbang
Penentuan komposisi zat dalam
kesetimbangan
Tetapan
kesetimbangan suatu reaksi pada suhu tertentu dapat digunakan untuk menentukan
komposisi molar zat yang ada dalam sistem kesetimbangan.
No comments:
Post a Comment