Saturday, 17 October 2015

Pemecahan masalah kesetimbangan

Reaksi-reaksi kimia yang membentuk kesetimbangan dapat dipelajari berdasarkan hukum aksi massa yang menghasilkan tetapan kesetimbangan.

Nilai tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk :

Menafsirkan komposisi molar zat secara kualitatif
Meramalkan arah reaksi
Menghitung konsentrasi kesetimbangan

Tetapan kesetimbangan dan komposisi molar Zat


Jika nilai tetapan kesetimbangan (K) besar maka dapat ditafsirkan bahwa komposisi zat-zat dalam kesetimbangan lebih di dominasi oleh produk reaksi.

konsentrasi molar amonia (NH3) jauh lebih banyak dibanding unsur pembentuknya, sehingga dapat dinyatakan bahwa posisi kesetimbangan berada jauh di sebelah kanan.

Jika nilai ketetapan kesetimbangan kecil (K) posisi kesetimbangan di sebelah kiri persamaan, dan konsentrasi (M) pereaksi lebih banyak dari produk reaksi

Prediksi arah reaksi kesetimbangan
Reaksi harus berlangsung ke kanan atau ke kiri sampai mencapai kesetimbangan. Dalam hal seperti ini, arah reaksi dapat ditentukan dengan memeriksa nilai koefisien reaksi (Qc).

Koefisien reaksi adalah nisbah konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc.

 Jika Qc < Kc, berarti reaksi bergeser ke kanan sampai diperoleh Qc = Kc
 Jika Qc > Kc, berarti reaksi bergeser ke kiri sampai diperoleh Qc = Kc
 Jika Qc = Kc, berarti system sudah dalam keadaan setimbang


Penentuan komposisi zat dalam kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan suatu reaksi pada suhu tertentu dapat digunakan untuk menentukan komposisi molar zat yang ada dalam sistem kesetimbangan.

No comments:

Post a Comment