PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI dan DAMPAK KERUSAKAN BAGI LINGKUNGAN
Dalam dunia industri pasti terdapat dampak-dampak bagi lingkungan, baik limbah maupun yang mempengaruhi lingkungan.
Untuk meminimalisir hasil limbah dan dampaknya perlu pengelolaan yang baik, penanganan yang sesuai prosedur.
Di lihat dari ukurannya limbah industri lebih berbahaya dari limbah domestik,
upaya untuk mengurangi dampak limbah industri adalah dilakukannya untuk mengelola limbah dengan memanfaatkannya kembali menjadi energi alternatif.
Ini adalah cara Pemanafaatan biomassa dari pabrik gula dengan pembuatan briket yaitu energy alternatif:
Biomassa adalah bahan bahan hayati (bahan dari tanaman serta kotoran ternak)
Pabrik gula yang meghasilkan limbah biomassa. karna harga BBM yang selalu naik dari tahun ke tahun dan juga sisa pembakaran yang di hasilkan tidak terlalu baik bagi lingkungan sekitar, salah satu cara untuk mendapatkan energi alternatif dan sekaligus memanfaatkan limbah pabrik gula yang berupa partikel debu adalah dengan membuat partikel debu menjadi briket.
Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket yang paling umum digunakan adalah briket batu bara, briket arang, briket gambut, dan briket biomassa.
Namun yang paling ramah lingkungan dan bahannya di ambil dari limbah pabrik gula briket dari biomassa menguntungkan bagi lingkungan.
Setiap aktivitas lingkungan membutuhkan lahan dan lingkungan yang baru, sekecil apapun kegiatan industri tesersebut otomatis akan merusak lingkungan.
Contoh kerusakan pada llingkungan adalah penambangan batu kapur. Batu kapur merupakan salah satu jenis bahan galian golongan C yang banyak di gunakan dalam proses industri maupun bangunan.
dampak positif ini belum diketahui, dan kegiatan tersebut belum di ketahui secara tuntas. Pemahaman fungsi ekologis dari bukit kapur sangat di butuhkan.
Contoh negatif dari penambangan kapur adalah:
• Terbentuknya lereng lereng terjal yang sangat membahayakan para penambang.
• Polusi udara karna pengangkutan hasil tambang menggunakan truck dan mobil pickup.
• Jalan yang dilalui para penambang menjadi rusak, berlubang.
• Penambang hanya menggunakan alat sederhana yang dapat merusak lingkungan.
• Penambang tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Kegiatan penambangan batu kapur akan membawa dampak negatif terhadap keadaan morfologi, tanah, air, dan udara.
Berdasarkan kedua contoh di atas dapat kita ketahui cara mengelola dampak yang baik bagi lingkungan, jika kita dapat mengelolanya dan mengatasinya lingkungan akan tetap terjaga dengan baik untuk masa depan.
Daftar Pustaka
Algunadi, I Gede. Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur Terhadap Lingkungan di Kecamatan Nusa Penida. Undiksha
Raharjo, Samsudi. 2013. Pembuatan Briket Bioarang Dari Limbah Abu Ketel, Jarak, dan Gliserin.